January 25, 2017

MHQ JSIT Jabar Expo 2017

Oleh : Faqih Hilmi

Matahari yang indah muncul perlahan-lahan. Burung-burung banyak berkicauan. Terdengar juga bacaan Al-Quran di masjid Aminah yang kubanggakan. Semua santri khusyuk bersama Al-Quran. Ada yang menghafal ada juga yang tilawah.
Ketika aku sedang khusyuk dalam lantuna Al-Quran, ku tersadar ketika namaku dipanggil.
“ Faqih “ kata orang itu yang ternyata Rizki Fakhri, kakak kelasku.
“ Ada apa ? ” Tanyakau.
“ Dipanggil Ustadz Pandu “
“ Ooh “
Aku segera memenuhi panggilan Ustazd Pandu. Ternyata sudah ada Abid dan tidak lama berselang datang juga Musthofa. Halaqoh dadakan pun langsung dipimpin oleh Ustadz Pandu.
“ JSIT mengadakan lomba-lomba diantaranya ada MHQ, dan kita akan ikut lomba tersebut. MS mengutus kalian bertiga untuk mengikuti lomba tersebut yang diadakan di gedung OSO Grand Wisata, Bekasi. Lombanya tingkat Jawa Barat dan yang dilombakan adalah juz 29 dan 30. Pak Aher juga InsyaAlloh akan datang “. Demikian ustadz Pandu menjelaskan, tetapi sudah saya edit sedikit karena ada yang terlupa. He…he…
“ Disiapkan ya semuanya, InsyaAlloh pasti bisa ! “ Lanjutnya memberi semangat.
“ Iya Ustadz, InsyaAlloh “, Ucap kami bertiga.

6 Hari pun berlalu ….

Aku menjalani hari-hari seperti biasa. Tetapi ada sedikit rasa deg-degan gitu. Ya namanya juga se-Jabar, ya deg-degan lah. Beberapa temanku menyorakiku,
“ Tau dah yang ikut lomba mah “
Aku hanya menjawab dengan senyuman. Entah kenapa terselip dihatiku rasa sombong tentang “itu”, padahal seharusnya biasa saja. Mudah-mudahan rasa itu hilang dan menjadi ikhlas hanya karena Alloh, agar yang ku kerjakan tak sia-sia. Amiiiin.
Dan diriku sekarang sudah ada di GRAND WISATA, “ WOW “ teriakku terkagum-kagum melihat air mancur dan bangunan-bangunan yang indah. Kami langsung menuju gedung OSO Sport Center yang telah ramai hingga mobil yang kutumpangi harus parker di luar area gedung OSO. Pak Andri yang tak lain adalah pengantar kami, aku, Abid dan Musthofa serta 4 orang walas akhwat yang akan menjaga Stand MS, memarkirkan mobil di depan masjid Izzatul Islam yang belum selesai dibangun.
“ Widih gede banget! “ Gumamku sambil melihat kea rah masjid.
Kami menumpang buang hajat di kamar mandi yang tersedia di sana, sudah kebelet dari saat perjalanan. Lalu kami wudhu, namun tak sempat shalat Dhuha , padahal masih jam 09.00 karena sudah ditunggu ustadz Pandu di dekat parkiran mobil.
Setelah itu kami langsung masuk ke gedung OSO yang sudah ramai oleh puluhan sekolah IT di Jawa Barat. Ustadz Pandu membimbing perjalanan kami. Sedikit nyasar sih saat nyari tempat Stand MS. Kami melewati banyak Stand-stand sekolah , seperti SIT Al-Fida, An-Nur, Thariq Bin Ziyad, YAPIDH, Al-Kautsar, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Stand Thoriq Bin Ziyad termasuk yang besar di sana dengan menayangkan film karya siswa di TV LED yang berada di bagian depan stand. Saat kami bertiga lewat, aku disapa oleh seseorang,
“ Hilmi ya ? Anaknya pak Hamdan kan ? “
“ Iya “ Jawabku.
“ Pak Hamdan ikut g ? “ Tanyanya lagi.
“ G tau, katanya sih pengen dating “
“ Anaknya pak Hamdan nih “ Katanya ke temannya yang lain.
Aku hanya menjawab dengan senyuman, lalu pergi. Abiku memang mengajar di SMAIT Thariq Bin Ziyad, jadi terkenal deh, he…he…
Akhirnya sampai juga di Stand MS yang sudah lumayan lama kucari, hingga tadi telpon-telponan sama Pak Andri yang sudah lebih dulu ke Stand bersama walas akhwat. Yang aku kenal hanya Ustadzah Suci, kakaknya Jibran, Ustadzah Maria dan Ustadzah Novi, karena pernah jaga koperasi. Dan satunya lagi aku tidak kenal, yang kutahu dia sahabatnya Ustadzah Suci, kata Jibran.
Nomor peserta sudah siap, tapi perut belum siap. Sambil menunggu makanan datang, aku melihat-lihat Stand sebelah, yaitu Stand Robotic, Di sana banyak lego yang bermesin, pokoknya bagus deh ! Aku juga sekalian liat tempat MHQ yang terletak di selatan gedung gor. Dan nampaknya Stand MS sudah cantik.
Hadirlah sudah di depan mataku siomay yang nikmat. Kami habiskan itu dengan cepat lalu langsung balik ke tempat MHQ dilaksanakan.
Ustadz Pandu mengantrikan kami di depan pintu masuk.
“ Macam pernah liat “ Gumamku.
Pengen rasanya bertanya padanya, liat abiku atau tidak. Musthofa dan Abid sudah masuk, belum sempat bertanya, tiba-tiba keluar bapak-bapak bertubuh sedikit gemuk memakai peci coklat dan putih dan juga memakai jaket hitam. Aku kenal sekali dengan bapak ini, dan ternyata itu abiku. Aku kaget bukan kepalang, langsung kutarik lengan orang itu yang tak lain adalah orang tuaku.
“ Eh, Hilmi “ Kata abiku sambil ku salami tangannya.
“ Ikut lomba Hil ? “
“ Iya, Abi pengen kemana ? “
“ Ke sana dulu “ Sambil menunjuk ke sebuah tempat.
“ Ooh, yaudah “
Tak lama dari itu akhirnya aku masuk juga. Kutulis daftar yang tersedia yang telah dikasi oleh pengetes.
Nama : Faqih Hilmi
Asal Sekolah : SMP Al-Quran Ma’rifatussalaam
Langsug saja kujawab semua soal, mulai dari Surat Al-Muddatsir, hingga melanjutkan ayat. Aku hanya sedikit kelibet ketika ayat فإذا نقر في الناقور pada Surat Al-Muddatsir.
Karena waktu hampir Dzuhur, Kami izin ke pak Andri untuk pergi ke masjid Izzatul Islam. Sambil duduk kami minum es kopi yang dikasih saat izin tadi. Selesai sholat, aku mencari abiku yang sebelumnya sudah janjian ketika di dalam ruangan MHQ bahwa nanti ketemuan di masjid. Dapet cerita, ternyata abiku yang ngedata semua peserta MHQ, bisa curang tuh, ha…ha…ha…
Aku dan temanku ditraktir mie ayam, emm, enak, kenyang rasanya. Lalu langsung disuguhkan jus jambu, uuh, tambah nikmat. Setelah itu aku mengambil barang dari abiku.
Aku terlelap di mobil saat perjalanan pulang. Lebih lega, sendiri di belakang (jok belakang). Di mobil hanya ada aku, Musthofa, pak Andri, Ustadz Jajang dan Ustadz Pandu. Para walas akhwat nginap di rumah pak Zarkoni, karena 3 hari itu mereka jaga Stand.
“ Yes lega!. Bisa tiduran deh di mobil “ Gumamku bahagia.
Tak kusangka aku masuk Final !! 12 orang berlomba lagi ke OSO. Aku dan Musthofa saja yang lulus, Abid tidak, jadi gak rame deh. Bertemu kembali dengan abi dan walas kemarin.
Final pun dimulai. Hasil sangat mengecewakan. Aku hanya peringkat ke-7. Tak apalah, yang penting sudah punya pengalaman, karena guru terbaik adalah pengalaman. Belajarlah dari masa lalu. Bismillah, Allohu Akbar !!
Inilah pengalaman saya yang seru ! Sungguh !

Senin, 23 Januari 2017

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *