November 11, 2016 kunjungan-syekh-zaid

Kunjungan Syaikh Zaid, Mudir ma’had yaman

“Ada dua tahapan agar seseorang dapat mencapai predikat sebaik-baik manusia; belajar al-qur’an dan mengajarkan Al-quran, dan sekarang kita sedang berada pada tahapan pertama yaitu belajar, perjuangan sesungguhnya ada disini ketika rasa sabar benar-benar diuji, pengorbanan terberat ada pada tahap awal ini” ujar syaikh ziad  berapi-api menyampaikan taujihad di depan seluruh santri dan keluarga besar Ma’rifatussalaam.

kemarin, Jum’at 11 november 2016 Ma’rifatussalaam kembali kedatangan tamu dari timur tengah, kali ini beliau syaikh Zaid, seorang doktor dalam bidang Qur’an dari yaman, mudir dari salah satu ma’had besar di yaman sekaligus pengajar di Daqu milik Yusuf Masyur. kedatangan beliau bertujuan untuk mengadakan talaqi sekaligus ujian sanad bagi para mahasantri tahfidz selama tiga hari.

ditengah kesibukannya  beliau menyempatkan diri memberikan taujihad kepada seluruh santri dan keluarga besar Ma’rifatussalaam ba’da maghrib. beliau menyampaikan; sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-quran dan mengajarkannya, artinya ada dua tahapan sebelum seseorang itu mendapatkan predikat sebaik-baik manusia, dan tahapan yang pertama adalah tahapan yang paling berat, dari mulai susahnya memperbaiki bacaan, sulitnya menghafal, sulitnya memurajaah, dan lain sebagainya yang harus dilalui para penghafal quran. namun ketika tahapan ini sudah selesai dilewati maka jangan berhenti hanya pada tahap belajar saja, melainkan harus disempurnakan ketahap mengajarkan agar ilmu itu tidak hanya berhenti ditangan anda melainkan terus bersambung. Yang kedua beliau menyampaikan;  Dikatakan kepada ahli Al Qur’an (ketika di surga kelak): ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu (di surga) sesuai akhir ayat yang engkau baca.” bahwa ketika di surga nanti kita akan disuruh untuk membaca Al-quran dengan tartil sebagaimana kita membacanya di dunia, nah bagaimana mungkin kita dapat membacanya dengan tartil kalau selama didunia saja kita belum bisa membaca Al-quran dengan baik, maka yang harus kita lakukan adalah memperbaiki bacaan selama kita masih di dunia sehingga kelak kita akan bisa membaca Quran dengan tartil ketika di surga. dan perbanyaklah membaca Al-quran karena kedudukan kita disurga sesuai dengan akhir ayat yang kita baca.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *